Shuster-Eliassi telah menyatakan bahwa dia terkejut dengan perhatian yang diterima leluconnya yang sepertinya tidak berbahaya itu.
"Saya tidak menyangka lelucon itu akan meledak dengan cara ini," katanya kepada Times of Israel. "Aku belum pernah mengalami sesuatu dalam skala ini."
Dia berspekulasi bahwa lamaran palsu itu mendapat begitu banyak perhatian media di dunia Arab karena itu bertepatan dengan konferensi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) tentang Timur Tengah di Warsawa. Konferensi itu dihadiri para pejabat senior dari Israel, Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.
Dia mengatakan, lelucon sebenarnya adalah bahwa Arab Saudi telah melakukan pertemuan rahasia dengan Israel dan Shuster-Eliassi meminta bantuan kedua pihak untuk membantunya yang saat itu jomblo.
“Waktu yang bertepatan dengan KTT Warsawa adalah apa yang membuatnya viral. Saya pikir dunia Arab menggunakannya sebagai amunisi untuk mengatakan sesuatu tentang apa yang terjadi dan kepentingan sempit yang memimpin kawasan ini. "
(Rahman Asmardika)