(Baca juga: Prabowo Sebut Indonesia Akan Impor 100% BBM, Sri Mulyani Senyum-Senyum)
Lebih lanjut, Hasto mengatakan, petani dan nelayan di era pemerintahan Jokowi boleh bermimpi dan punya harapan. Untuk menangani masalah impor, bukan sekadar bicara, Jokowi membangun berbagai infrastruktur pertanian, dari embung, bendungan, irigasi, meningkatkan kualitas peneliti pertanian, pusat penelitian benih, hingga memberi bantuan alat mesin pertanian.
"Plus satu lagi. Impor tak bisa dihentikan dengan retorika ‘setop impor’. Pak Jokowi memberi solusi lewat Dana Desa serta pembagian lahan," kata Hasto.
"Tak bisa petani makmur kalau elitenya kuasai lahan-lahan besar, di mana petani cuma bisa mengolah 0,25 hektare. Jadi stop impor itu tak bisa cuma retorika," ujar Hasto menegaskan.
Pernyataan Hasto itu sekaligus menyindir Prabowo yang pada debat kedua pilpres harus mengklarifikasi kepemilikannya atas hak guna usaha (HGU) 320 ribu hektare lahan di Kalimantan dan Aceh.