Mengenai hoaks, sambungnya, ia meyakini ada aktor cerdas di belakangnya yang memainkan berita bohong tersebut dengan tujuan tertentu. Namun, mereka yang terkena hoaks adalah masyarakat yang kurang literasi.
(Baca Juga: Isu SARA dan Hoaks Dinilai Masih Meresahkan Proses Pemilu 2019)
Tingkat peradaban literasi Indonesia, kata Bursah, bahkan menempati ranking 60. Bila menilik UNESCO, dari 1.000 orang, hanya 1 orang yang membaca buku. Dari 1 orang itu durasi membacanya hanya 35 sampai 59 menit.
"Itu rendah sekali. Padahal, menurut UNESSCO suatu peradaban bisa maju berkembang kalau penduduknya membaca buku 4 sampai 5 jam dalam sehari. Dan setiap orang memiliki 3 buku yang dibaca," ujarnya.
(Arief Setyadi )