JAKARTA – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, ditolak ketika hendak bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, belum lama ini. Petinggi pondok pesantren (ponpes) bahkan mengaku terpaksa mengeluarkan surat penolakan lantaran pihak Sandiaga dianggap ngeyel.
Sebab, sebelum dikeluarkannya surat tersebut, timses Sandiaga berkunjung ke Buntet untuk meminta izin. Namun, pihak Buntet menolak. Segenap keluarga besar Pondok Buntet secara tegas hanya mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga menyebut Sandiaga tak mempersoalkan penolakan tersebut.
"Bang Sandi kan urat bapernya sudah putus. Jadi, proses ini menjadi latihan yang bikin Beliau makin kuat. Pemimpin Indonesia harus siap dengan segala respons masyarakat," ujar Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini, Sabtu (2/3/2019).
Namun, menurut juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan, pemaksaan kehendak yang dilakukan Sandiaga ke Pesantren Buntet nerupakan bentuk rasa tidak menghormati dan tidak memiliki etika kepada kyai/guru di pesantren tersebut.