"Kami menilai ada sesuatu yang salah dalam kunjungan Sandiaga sehingga mengakibatkan Pesantren Buntet mengeluarkan surat penolakan kehadirian dirinya. Hal ini kami rasa dapat dijadikan introspeksi bagi kubu Sandiaga terkait metode kampanye yang selama ini dinilai lebih memecah belah/adu domba," ucapnya.
(Baca Juga : Sekjen PDIP: Elektabilitas Jokowi Makin Melesat Tinggalkan Prabowo Pascadebat Kedua)
"Kami melihat Sandi menggunakan narasi kampanye yang hanya menjual mahal, sulit mendapatkan pekerjaan, namun tidak menawarkan sesuatu yang menjadi solusinya selain membanggakan kemampuan dirinya."
Penolakan terhadap Sandiaga memang bukan kali pertama terjadi. Pekan lalu, misalnya, masyarakat Tabanan Bali juga menolak kehadiran cawapres nomor urut 02 ini.
(Baca Juga : TKN Nilai Rekomendasi AHY Telah Disempurnakan Pemerintahan Jokowi)
(Erha Aprili Ramadhoni)