"Masyarakat indonesia hebat, kata siapa kelapar. Mereka itu hanya butuh wadah menurut saya. Makanya, kedepan harapan saya akan mendorong supaya ada wadah, misalnya untuk pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan sarana sosial dan budaya. Masyarakat itu butuh dirangkul," ucap dia.
Sementara Asniti (65) nenek dari M Sobik menuturkan, kelainan yang dialami cucunya ini diketahui sejak anak tersebut lahir. Namun, karena keterbatasan biaya cucunya ini tak kunjung dibawa ke dokter.
"Dulu, saat usianya 9 tahun Sobri sempat mendapat bantuan dari pemerintah. Sudah dioperasi hingga dua kali," ujar Asniti yang terlihat tak kunjung berhenti menangis meratapi nasib cucunya itu.
Namun, pascaoperasi itu kelainan yang diderita cucunya ini tak kunjung berakhir. Luka bekas operasi pemisahan kelamin cucunya ini malah menyisakan luka.
"Bekas operasinya dulu terbuka kembali dan menyisakan luka. Akrifitasnya kerap terganggu. Sobri sering meringis kesatikan," kata dia.