Salah seorang pengunjuk rasa Rompi Kuning bahkan telah merilis video yang cukup panjang, yang membahas mengenai manfaat dari bom menjijikkan itu. Dia memuji efek psikologis yang diduga dimiliki Cacatov terhadap aparat keamanan, yang akan melihatnya sebagai sebuah penghinaan.
Menurut pengunjuk rasa itu, ide tersebut berasal dari Venezuela, di mana demonstran anti-pemerintah mengerahkan bom tinja pada awal 2017. Tetapi, ide untuk menyambit lawan dengan tinja sepertinya sudah ada sejak zaman dahulu kala.
(Rahman Asmardika)