MAKASSAR - Kepolisian Polda Sulsel akhirnya melacak keberadaan emak-emak yang melakukan black campaing atau kampanye hitam yang terekam video. Dimana ibu itu melakukan kampaye hitam terhadap calon presiden namor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Awalnya polisi menduga emak-emak itu diduga berasal dari Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari identitas perempuan paruh baya itu. Hanya saja setelah dicocokkan identitas KTP dengan wajah ibu yang terekam video itu ternyata yang bersangkutan tidak ada di Maros.
"Kita lakukan penyelidikan infonya itu ada di Maros, kita sudah cek, ternyata tidak ada. Kita ambil langkah awal, dengan meminta pihak Dinas Catatan Sipil mencocokkan wajah terduga pelaku," kata Dicky kepada Okezone, Rabu (6/3/2019).
Dicky mengungkapkan, setelah melakukan penyelidikan terkait video yang beredar itu, wajah dan identitas nanti akan dicocokkan. Namun, ia mengaku saat ini belum diketahui pasti lokasi dimana ibu itu melakukan kampanye hitam. Awalnya kata Dicky video itu viral di media sosial, dan melalui group aplikasi percakapan. Ibut itu diduga direkam di wilayah Sulsel.
"Nanti kami segera segera bisa tahu karena mukanya akan kita cocokkan di perekaman e-KTP," tegas Dicky
Dicky meminta kepada ibu yang terekam di video itu agar segera datang ke Polda Sulsel memberikan keterangannya. Menurut Dicky bisa jadi ibu ini juga korban, karena ada yang menyuruh.
"Kita pasti akan telusuri secara terang benderang. Karena kita mau pilpres ini bisa berjalan damai dan aman. Perbuatan ini adalah fitnah. Bagi siapa melanggar UU ITE akan terancam lima tahun hukuman penjara," kata Dicky
(Awaludin)