Rumah Sakit di Tangsel Tak Mampu Tampung Pasien DBD yang Terus Melonjak

Hambali, Jurnalis
Kamis 07 Maret 2019 03:31 WIB
Pasien DBD menjalani perawatan di RSUD Tangsel (Foto: Hambali/Okezone)
Share :

"Kan kita selalu report 10 penyakit terbesar untuk kirim ke sana (dinkes), dari sistem langsung," kata dia.

Sayangnya saat dikonfirmasi, pihak RSU Kota Tangsel sendiri masih tertutup soal data jumlah pasien DBD yang dirawat. Hal itu diperparah dengan data yang tidak sinkron antara pihak RSU dengan Dinkes Kota Tangsel.

"Nanti coba saya tanyakan direktur ya pak," ucap Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Dokter Imbar saat dikonfirmasi terpisah.

Sebenarnya, tak hanya di rumah sakit umum, banyak juga di rumah sakit swasta yang tidak mampu menampung perawatan pasien DBD. Namun, atas dasar kemanusiaan dan hal lainnya, maka pihak rumah sakit tetap merawat penderita DBD hingga ada peningkatan trombositnya.

Diketahui, peningkatan korban pasien DBD itu bisa dilihat di lantai 3 RSU Tangsel. Sejumlah anak-anak penderita DBD harus rela dirawat di selasar rumah sakit dengan fasilitas seadanya. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kota Tangsel maupun di luar Tangsel. Bahkan, peningkatan wabah DBD itu menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia yang masih berusia balita. Korban bernama Nifa, warga Gang Gorik, RW 03, Pondok Aren, Tangsel.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya