Terpisah, Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily meyakini penerbitan Tabloid Obor Rakyat memiliki tujuan politik yang kuat. Apalagi rencana peluncurannya sangat berdekatan dengan Pilpres 2019, walaupun akhirnya dibatalkan.
"Kami percaya masyarakat dapat belajar dari pengalaman sebelumnya, mengingat rekam jejak Obor Rakyat yang terbukti keluar dari kaidah-kaidah jurnalistik," ucap Ace.
Obor Rakyat, kata dia, tidak lebih dari alat propaganda yang dirilis saat pemilu untuk menjatuhkan petahana dengan menggunakan narasi hoaks dan kampanye hitam.