JAKARTA - Kubu oposisi terus mengkritik program Kartu Prakerja yang ditawarkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Program itu dianggap sebagai money politics sehingga mengadukannya ke Bawaslu.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago menanggapi santai. Menurut Irma, pelaporan itu merupakan bentuk kepanikan atas program bagus yang dimiliki oleh calon petahana.
“Kami melihat bahwa laporan atas Jokowi yang mengeluarkan kartu sakti, menunjukkan bahwa pihak oposisi panik dengan program tersebut. Laporan tersebut sarat kepentingan politik, serta dilakukan untuk menguntungkan segelintir golongan,” kata Irma di Jakarta,Sabtu 9 Maret 2019.
Irma menjelaskan, kartu tersebut tidak direalisasikan dalam rentang waktu kampanye saat ini, sehingga tudingan politik uang tidak berdasar.
(Baca Juga: Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Pasca-Debat Pilpres, TKN: Cari Sensasi Saja!)