MADINA - Ma'ruf Amin, calon wakil presiden (Cawapres), nomor urut 01 mengatakan ulama jangan mau dibuat bagai daun salam, alias bumbu masak saat pemilihan umum (pemilu).
Ia merasa selama ini bahwa ulama kerab dijadikan sebagai pendukung saja, jika ada pemilu di negeri ini, hal itu diungkapkan Ma'ruf Amin di acara Tabligh Akbar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (11/3/2019).
"Maka saya mau di ajak oleh bapak Jokwi menjadi Cawapresnya, dimana ajakan ini saya anggap sebagai penghargaan kepada kader Nahlatul Ulama (NU)," ujar Ma'ruf di panggung tabliq akbar lapangan pasir putih kelurahan pidoli dolok kecamatan panyabungan, Madina.
Ma'ruf menambahkan, saat pemilu ulama selalu diminta sebagai pendukung, nah kali ini ia beranggapan, bahwa dirinya ditunjuk sebagai cawapres bukan lagi sebagai pendukung melainkan ikut serta membangun negeri ini.
"Ulama kita selalu dijadikan sebagai pendukung, jadi saya sebagai calon wakil pak Jokowi bukan lagi sebagai pendukung, nah jikalau nanti kami terpilih saya akan perbaiki jalan yang masih jelek di daerah ini, dan semoga santri-santri Madina juga nanti bisa menjadi calon presiden republik ini," tuturnya.
"Jadi saya harap Pilpres kali ini jangan kita jadikan sebagai bahan perpecahan, melainkan menjadi bahan penguat persatuan, jangan pilpres di samakan perang badar," tutut Ma'ruf.
(Awaludin)