Profesor Dr Gono Semiadi dari LIPI menerangkan bahwa ada beberapa hal yang ingin dihasilkan dari SWTS kedua ini.
"Kami mengharapkan dapat menemukan proporsi area yang menjadi wilayah hidup harimau, informasi mengenai keragaman genetika populasi di masing-masing kantong habitat, meningkatkan kapasitas teknis nasional, serta beberapa dokumen strategi konservasi harimau seperti yang dihasilkan oleh SWTS pertama."
Survei ini tidak hanya melibatkan pemerintah, namun juga seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penyelamatan harimau.
"Survei pada 2007–2009 adalah survei harimau pertama terbesar di dunia. Dengan kolaborasi di masa lalu yang berhasil. Kami yakin bahwa saat ini kami bisa mengulang kembali kesuksesan lewat kerja sama yang baik lintas organisasi. Keterlibatan multipihak ini merupakan langkah maju dalam membangun desain konservasi yang komprehensif di level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Ketua Forum Harimau Kita (FHK) Munawar Kholis.
(Hantoro)