Rakyan menilai, berbagai ancaman teror sedikit banyak dipengaruhi oleh penyelenggraan Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.
Kendati demikian, memang sampai saat ini belum terdapat indikasi kuat yang bisa mengkaitkan pemilu sebagai salah satu alasan teror, seperti yang dilakukan oleh Abu Hamzah.
"Bagi saya secara tidak langsung variabel gegap gempita pemilu sedikit banyak mempengaruhi pembuatan keputusan di kalangan kelompok ekstrimis ini dalam merencanakan aksi teror," ungkap Rakyan.
"Walaupun belum ada indikasi sangat kuat yang bisa mengkaitkan bahwa pemilu menjadi alasan utama bagi Abu Hamzah untuk melakukan aksi teror," tutupnya.
Istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah di Sibolga diduga meledakkan diri sengaja dilakukan pelaku sebagai bom bunuh diri. Akibat ledakan "bom lontong" tersebut, istri dan anak terduga teroris meninggal.
(Qur'anul Hidayat)