“Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan & menyejukkan. Apalagi polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrim, ditambah jarak yang makin mengangga antar identitas dan kelompok politik,” tulis SBY.
Agum Gumelar (Okezone)
SBY mengaku khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di negeri ini, kalau para pemimpin dan elit tidak pandai dan arif dalam mengelolanya.
“Saya juga meyakini, bahwa meskipun sebagai anggota Wantimpres mungkin Pak Agum Gumelar sangat dekat dengan Pak Jokowi, salah satu capres kita, belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi. Sebab, di antara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam sikap dan posisi untuk saling menghormati,” ujar SBY.
(Baca juga: SBY: Ibu Ani Tak Happy dengan Kata-Kata Agum Gumelar yang Menghina Saya)