Teroris Tidak Mewakili Siapapun dalam Membunuh

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Senin 18 Maret 2019 22:39 WIB
Ilustrasi (Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Aksi penembakan terhadap jamaah Salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 49 orang dan 48 orang lainnya terluka, dimana ada 3 orang WNI dan 1 orang di antaranya meninggal dunia, terus mendapat kecaman dari banyak kalangan.

"Mencermati kejadian tersebut, pada intinya para pelaku merasa mewakili/mewarisi heroisme seperti yang tersurat dan tersirat di senjata-senjata yang digunakan berdasarkan sejarah yang pernah terjadi. Padahal mereka tidak mewakili siapapun dalam kejadian ini, selain mengumbar naluri sebagai pembunuh", ujar Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto S. Soerjosoemarno, Senin (18/3/2019).

Dia juga menyayangkan keterangan yang disampaikan senator Australia Fraser Anning yang justru menjurus ke arah adu domba yang dinilai negatif oleh warga Australia sendiri melalui pemecahan telur dikepalanya oleh warga Australia yang bernama Will Connolly yang menjadikannya terkenal sekarang.

“Tindakan terorisme yang terencana itu merupakan perbuatan biadab, kejam dan sadis. Saya sampaikan duka cita kepada para keluarga korban. Inalillahi wainailaihi rojiun. Semoga para korban penembakan diampuni segala dosanya,” tutur Japto.

Brenton Tarrant, teroris sadis di Selandia Baru

Japto pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah terbawa emosi dalam menghadapi suatu konflik, terlebih saat ini bangsa Indonesia sedang melewati tahun politik.

“Kami himbau seluruh masyarakat untuk mawas diri terhadap mudah terpicunya emosi dalam konflik sekecil apapun. Apalagi Indonesia sedang menghadapi pesta politik yang berpotensi mengadu-domba demi kepentingan perorangan maupun kelompok,” kata Japto.

Ditegaskannya, aksi terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun, atau mewakili agama apapun.

“Jelas terorisme bukanlah tindakan yang mewakili agama. Karena terorisme selalu dikaitkan dengan kegiatan salah satu agama, khususnya agama Islam yang mungkin mengakibatkan terjadinya hal ini di New Zealand, serta pula terjadi di negara-negara lain,” tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya