Arung di sisi utara berada di dekat aliran Sungai Amprong, untuk menuju lokasi arung di sisi utara, terlebih dahulu menuruni tebing galian tanah setinggi 30 meter.
Tak hanya itu, rerumputan dan tanaman semak belukar membuat rute menuju arung cukup sulit dilalui, terlebih ketika hujan usai turun.
Lubang arung hanya terlibat sekitar 50 cm karena tertimbun tanah galian dari proyek tol. Sedangkan kedalaman dari arung aslinya mencapai 1,5 meter.
"Arung ini menjadi fokus kami juga, masih kita telusuri apakah ini ada kaitannya dengan struktur bangunan situs ini. Cuma sayang yang satunya sudah tertimbun total tanah proyek tol," katanya.
Baca Juga: Penemuan Situs Kuno di Malang, Waktu Penggalian Diperpanjang hingga Kamis Depan
(Edi Hidayat)