Tuntaskan Fogging di Kawasan Padat Penduduk, Partai Perindo Banyumas Asapi 200 Rumah

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 19 Maret 2019 16:37 WIB
Fogging Perindo di Desa Tambak Sari, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah (foto: Bramantyo/Okezone)
Share :

BANYUMAS - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Banyumas akhirnya menyelesaikan fogging atau pengasapan di daerah padat penduduk di RT 001- 008 RW 03, Desa Tambak Sari, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah.

Fogging yang digelar ini, merupakan kelanjutan fogging sehari sebelumnya yang belum selesai. Di hari pertama, rumah yang di fogging sebanyak 150 rumah.

(Baca Juga: Jalankan Instruksi Hary Tanoe, Perindo Semarang Gandeng Tokoh Masyarakat)

 

Salah satu kader partai Perindo Banyumas, Nuryoko mengatakan, ada 200 rumah yang di-fogging atau diasapi secara gratis.

"Sehari sebelumnya 150 rumah. Belum selesai ini dilanjutkan lagi. Untuk kali ini ada 200 rumah," kata Nuryoko, Selasa (19/3/2019).

Menurut dia, kegiatan kali ini melengkapi seluruh rangkaian fogging di RT 001- 008, RW 03, Desa Tambak Sari, Kecamatan Kembaran, Banyumas.

Nuryoko pun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan warga, hingga akhirnya fogging bisa diselesaikan. "Warga sangat membantu kami menunjukan titik-titik mana saja yang harus kami fogging," papar Nuryoko.

Dia menambahkan, fogging digelar menyusul ada 6 warga yang terjangkit DBD. Bahkan, dua di antaranya masih anak-anak. "Dari laporan ada 6 orang warga yang kena demam berdarah," ucapnya.

Meski fogging dilakukan di kawasan padat penduduk, namun tak menyurutkan semangat kader partai besutan Hary Tanoesoedibjo.

(Baca Juga: Jokowi Buka Rakornas Perindo Malam Ini, Hary Tanoe dan 2.000 Kader Hadir) 

Tak hanya fogging saja, kader partai bernomer urut 9 ini pun melakukan dialog dengan warga. Isu utamanya, seputar pencegahan perkembangbiakan jentik nyamuk DBD di lingkungan rumah.

"Karena nyamuk DBD ini bertelur di tempat yang lembab, jadi kami menyarankan, agar nanti setelah difogging warga untuk benar-benar menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi daerah ini sudah masuk kedalam endemis demam berdarah," tuturnya.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya