Caranya yakni mengisi ruang publik dengan diskusi yang positif, sehingga tak memberi celah bagi fitnah, hoaks dan tudingan miring. Terlebih fitnah dan hoaks yang menyerang pemimpin negara dan ulama.
Ia juga meminta masyarakat NU di Sumenep menjaga marwah ulama dengan menggunakan bahasa yang santun. Sebab melalui hal itu, adab kepada siapapun bisa selalu dijaga.
"Kita semua rapatkan barisan, Sumenep harus tunjukkan kekuatan NU, jangan biarkan ruang publik Sumenep dikuasai mereka yang benci NU," kata dia.
KH. Ma'ruf Amin memulai safari politik di Madura. Pondok Pesantren An-nuqayah Sumenep menjadi destinasi pertama Kiai Ma'ruf untuk merapatkan barisan NU. Selanjutnya, Mustasyar PBNU itu akan menuju Pamekasan melakukan pertemuan serupa.
Baca Juga: Soal Debat Cawapres, Yenny Wahid: Penampilan Ma'ruf Amin Membius Masyarakat
(Edi Hidayat)