Banjir Sentani: Teriakan "Tolong" yang Tak Terdengar dari Lereng Gunung Cycloop

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 20 Maret 2019 09:01 WIB
Martina Safkaur dan keluarga terdampak banjir bandang di Sentani. (Foto: BBC News Indonesia)
Share :

Ulah Manusia dan Kebijakan yang Salah?

Sementara LSM lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan banjir bandang yang terjadi saat ini adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari karena dugaan ulah manusia dan kebijakan negara.

Hilangnya tutupan pohon memiliki hubungan dengan kurangnya perhatian para pihak terhadap lingkungan hidup.

Organisasi ini meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura segera meninjau dan mengkaji perencanaan pembangunan dan rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Kabupaten Jayapura dengan melibatkan seluas-luasnya masyarakat yang potensial terkena dampak langsung.

"Pemerintah dan berbagai pihak seharusnya mengarusutamakan isu lingkungan hidup dalam berbagai perencanaan pembangunan, mengembangkan kebijakan dan praktik pemanfaatan dan penggunaan lahan untuk permukiman, perkebunan, pembalakan kayu dan usaha ekonomi masyarakat, secara lestari dan berkeadilan," ujar Direktur Walhi Papua Aiesh Rumbekwan dalam keterangan tertulis.

Dia menambahkan, bencana banjir bandang ini menjadi pembelajaran penting untuk semua instansi pemerintah di Papua maupun pemerintah pusat agar tidak mengeluarkan izin-izin konsesi kepada korporasi atas nama negara, pembangunan, dan kesejahteraan yang menyebabkan meningkatnya perubahan iklim.

"Yang pada gilirannya merugikan masyarakat dengan berbagai persolan kemanusian yang dinamis tanpa pernah diselesaikan secara bijaksana," imbuh Aiesh.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya