"Manakala petani menghadapi resiko pertanaman ini berguna untuk meminimalisir kerugian. Dengan membayar Rp 36 ribu saja, saat gagal panen hingga 70 persen mendapat penggantian 36 juta rupiah," pungkasnya.
Ada pula permasalahan dulu selalu menghantui petani, tetapi kini sudah ada solusinya. Yakni panen di musim hujan, yang mengakibatkan hasil tani tidak terjual bahkan busuk. Kini Pemerintah mengarahkan petani agar panen di waktu yang tidak bersamaan. Dalam hal stabilisasi harga Winarno berharap pada peran penting Bulog. Agar dapat menyerap hasil panen, untuk melindungi petani dari kerugian besar.
"Satu lagi, Kami juga merasa dilindungi dari serbuan produk impor. Kami apresiasi hal ini sebagai keberanian Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk membatasi impor hasil produk pertanian," jelasnya.
KTNA Mart Solusi Menambah Nilai Produk Pertanian
Berbagai dukungan Pemerintah di atas, membuat jumlah produksi berbagai komoditas terus merangkak naik. Untuk membantu memasarkannya dengan nilai jual yang lebih baik, KTNA terus berinovasi salah satunya dengan menyiapkan KTNA Mart.