Lindungi Pertanian Dalam Negeri, 6,1 Ton Benih Jagung Asal India Dimusnahkan

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Sabtu 30 Maret 2019 15:40 WIB
Foto: dok.Humas Kementan
Share :

TANGERANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandar Udara Soekarno-Hatta memusnahkan 6,1 ton benih jagung asal India. Pemusnahan dilakukan karena benih tersebut positif mengandung bakteri yang belum pernah ada di Indonesia, dengan kategori Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 bernama Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS).

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan meski benih yang masuk lewat Bandara Soekarno - Hatta akhir tahun lalu ini memiliki dokumen resmi dan lengkap dari negeri asal. Meski begitu Karantina Pertanian Indonesia wajib untuk tetap melakukan pemeriksaan laboratorium, dan hasilnya benih tersebut tidak lolos dalam verifikasi perkarantinaan Indonesia.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga pertanian dalam negeri dari ancaman OPTK, terlebih bakteri ini belum pernah ada di Indonesia, selain merusak produksi jagung dalam negeri, bakteri ini juga sangat berbahaya karena dapat menyerang berbagai jenis family tanaman lain“ ujar Jamil saat pemusnahan di Instalasi Karantina Pertanian, Balai Besar Soekarno Hatta.

Menurut Jamil bekteri PSS akan sangat berbahaya bagi kinerja petani dalam berproduksi, karena berpotensi mengurangi produksi Jagung secara signifikan hingga 40 % dari hasil panen. Apabila bakteri tersebut tersebar, Lanjut Jamil potensi kerugiannya diperkirakan mencapai Rp. 11 Trilyun per tahun. Angka tersebut belum termasuk biaya pengendalian yang harus dikeluarkan pemerintah. Hal ini tidak hanya mengancam ketahanan pangan nasional tetapi juga pendapatan 6,7 juta keluarga petani jagung di Indonesia.

“Luas pertanaman jagung Indonesia mencapaj 3,35 jt ha, dengan produksi 3,4 ton per ha, apabila kemampuan berproduksi tanaman diestimasi berkurang hingga 40 % maka total kehilangan produksi bisa mencapai 4,5jt ton, dengan harga per ton Rp. 2,5 jt maka akumulasi kerugian mencapai Rp. 11 Trilyun” beber Jamil.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya