"Idelanya aktivitas di posko akan dikurangi. Baik volume aktivitas posko tetapi juga, jumlah posko akan dikurangi, dari enam posko bisa turun hingga menjadi tiga posko. Nah pengurangan posko tersebut dilakukan oleh mengingat jumlah pengungsi mulai berkurang. Yang rumahnya rusak parah nanti kita akan atur bagaimana hunian sementara mereka. Sambil mereka tinggal di posko," urai dia.
Teknisnya, kata Bupati, tim akan melakukan pendataan, termasuk membicarakan lokasi hunian sementara yang akan dibangun untuk warga yang rumahnya rusak atau kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang Sentani.
Baca Juga: BNPB: Kerugian Banjir Bandang di Sentani Capai Rp454 Miliar
"Pendataan terhadap rumah-rumah warga yang rusak dilakukan, dan nantinya akan ditentukan lokasi untuk Hunian sementara, ini ada beberapa wilayah yang sudah ada titik untuk hunian sementara, tokoh adat nanti yang putuskan lagi," tuturya.
Sementara, keberadaan Posko induk, tidak akan ada lagi di Gunung Merah. “Posko Induk tetap akan ada, hanya intensitas aktivitasnya yang dikurangi. Serta keberadaannya juga bisa dipertimbangkan mengingat posko induk tersebut berada di kawasan perkantoran. Bisa jadi, Posko Induk akan pindah ke GOR Toware atau ke Stadion Bas Youwe (SBY) tetapi juga bisa pindah ke tempat lain,” ucap Mathius.
(Fiddy Anggriawan )