JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 55,4 persen dan Prabowo-Sandi 37,4 persen. Pemilih yang solid dengan pilihannya di kedua paslon relatif stabil, sekitar 75,9 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, di kedua pendukung paslon total ada sekitar 82 persen pemilih yang kecil kemungkinan untuk merubah pilihannya. Selebihnya, masih besar kemungkinannya untuk berubah, yakni sekitar 16 persen.
Baca Juga: Survei Indikator: Jokow-Ma'ruf 55,4%, Prabowo-Sandi 37,4%
"Pemilih yang masih besar peluangnya mengubah pilihan inilah yang disebut swing voters," kata Burhanuddin di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).
Ditilik lebih jauh pada basis pendukung masing-masing paslon, ditemukan fakta bahwa 46,6 persen pendukung Jokowi-Ma'ruf kecil kemungkinan mengubah pilihannya atau disebut strong voters. Sedangkan strong voters di pemilih Prabowo-Sandi sebesar 29,2 persen. Angka pemilih solid ini merupakan bagian dari perolehan elektabilitas kedua paslon.
Sementara pemilih Jokowi-Ma'ruf yang besar kemungkinan mengubah pilihannya atau swing voters sebanyak 8,8 persen. Sedangkan swing voters di pemilih Prabowo-Sandi sebesar 8,1 persen. Angka swing voters ini merupakan bagian dari perolehan elektabilitas kedua paslon. Sedangkan, pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters sebesar 7,2 persen.