JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan Perindo satu-satunya partai baru yang berpotensi besar lolos ke DPR RI karena elektabilitasnya terus meningkat dan hampir memenuhi syarat ambang batas parlemen atau parlementary thershold (PT).
"Hanya Partai Perindo, sebagai partai baru yang masih terbuka peluangnya untuk lolos PT," kata Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dalam konferensi pers di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).
Sementara itu, partai baru lainnya seperti Partai Garuda, Partai Berkarya, dan PSI, harus kerja lebih keras dan butuh keajaiban untuk lolos ambang batas suara parlemen diangka 4%.
"Survei LSI Denny JA, Maret 2019, menunjukan elektabilitas partai-partai baru ini adalah sebagai berikut: Partai Perindo 3,9%, Partai Garuda 0.1%, Partai Berkarya 0.7%, dan PSI 0.2%," paparnya.
Sementara itu, PDIP potensial menjadi juara Pemilu 2019 dengan elektabilitas 20%.
"Survei Maret 2019, menunjukan bahwa elektabilitas PDIP saat ini adalah sebesar 24.6 %. Jika akhirnya PDIP menjadi juara, maka PDIP menjadi sejarah baru Pemilu Indonesia sebagai partai pertama yang menang dua kali pemilu berturut-turut pasca Orde Baru," jelasnya.
Setelah PDIP, terdapat Gerindra, Golkar, PKB dan Partai Demokrat yang akan menjadi lima besar perolehan suara di Pemilu 2019 dengan meraih dukungan diatas 5 %.
"PDIP 24.6%, Gerindra 13.4 %, Golkar 11.8%, Partai Demokrat 5.9%, dan PKB 5.8%," imbuhnya.
Menurut Rully, saat ini suara partai lainnya masih belum stabil menjelang dua pekan pemungutan suara. "Sejumlah partai lama yang merupakan partai papan tengah, elektabilitasnya masih fluktuatif, dan seringkali masih dibawah 4%," jelasnya.
Elektabilitas Partai Nasdem 2.5%, PKS 3.9%, PPP 2.9%, dan PAN 3.1%. Sedangkan tiga partai lama lainnya yaitu Partai Hanura, PBB dan PKPI, punya potensi lebih besar untuk tidak lolos parliamentary threshold karena tak pernah melewati angka 1 % dalam survei LSI Denny JA sejak Agustus 2018.
"Survei LSI Denny JA, Maret 2019, menunjukan elektabilitas ketiga partai tersebut antara lain Partai Hanura 0.9%, PBB 0.2%, dan PKPI 0.1%," tandasnya.
Survei ini dilakukan pada tanggal 18 - 26 Maret 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 Propinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Sementara itu, wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.
Margin of error survei ini adalah 2.8%. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA. (sal)
(Fetra Hariandja)