Massa tersebut tak terima aksinya diabadikan dan diambil gambarnya. Mereka langsung mendatangi Serka Setyo dan Janarta lalu mengeroyok keduanya menggunakan tangan kosong serta benda tumpul.
Serka Setyo sempat mengatakan jika dirinya merupakan prajurit TNI AD, namun massa tak mempedulikannya dan terus menghajar kedua korban. Keduanya terus mendapat pukulan hingga akhirnya mereka berhasil menyelamatkan diri dengan masuk perkampungan, namun massa terus mengejarnya.
Kedua korban akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga. Massa yang tak dapat menemukan korban kemudian melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah-rumah warga maupun mobil serta motor yang ditemuinya.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas, Mayor (Arm) Mespan membenarkan adanya penganiayaan terhadap salah seorang prajurit TNI AD tersebut. Usai kejadian korban langsung dilarikan RS Nyi Ageng Serang untuk mendapatkan perawatan.
"Benar, ada anggota prajurit kami yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan. Korban selamat walau harus menderita luka pada bagian kepala," ungkapnya.