"Namun jika menjelang pilres ujug-ujug (tiba-tiba) jadi NU, artinya NU-NU-an itu," kata Yenny.
Yenny juga menyampaikan alasannya mendukung Jokowi, yakni karena Jokowi dan Ma'ruf Amin terbukti kedekatannya dengan NU. Keduanya selama ini dianggap memiliki ikatan historis kuat dengan NU.
Salah satunya, lanjut Yenny, Jokowi memperjuangkan Hari Santri sebagai salah satu hari besar nasional, juga dikenal dekat dengan pondok pesantren sudah lama dilakukan.
"Sedangkan Kiai Ma'ruf Amin, Beliau dulu adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sudah pasti Beliau bagian dari keluarga besar NU," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)