Wonderful Indonesia Menggoda Pasar Indochina

Risna Nur Rahayu, Jurnalis
Rabu 17 April 2019 08:52 WIB
Menpar Arief Yahya (Foto: Kemenpar)
Share :

JAKARTA - Kementerian Pariwisata tak henti mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke luar negeri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dalam rangka merealisasikan pencapaian target sebanyak 20 juta wisman pada tahun 2019.

Salah satu cara dan strategi menggenjot kunjungan wisman, khususnya untuk pasar Indochina (meliputi Myanmar, Laos, dan Kamboja), adalah dengan mengadakan program Perjalanan Wisata Pengenalan atau yang biasa dikenal dengan Familiarization Trip (Famtrip) bagi travel agent/tour operator (TA/TO) dan awak media.

Dalam hal ini, Kemenpar melakukan kerjasama dengan KBRI Vientiane, Laos; KBRI Yangon, Myanmar, dan KBRI Phnom Penh, Kamboja untuk mendatangkan 7 orang jurnalis, 13 orang dari TA/TO, serta 3 orang pendamping dari KBRI ketiga negara tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, tujuan pelaksanaan Famtrip adalah untuk meningkatkan awareness tentang paket wisata destinasi prioritas Borobudur dan sekitarnya. Khususnya bagi pasar Indochina yang memiliki persamaan kultural serta heritage dengan Indonesia.

“Dengan beroperasinya New Yogya International Airport (NYIA) pada tahun 2019, maka industri pariwisata harus bersiap untuk menyongsong dan memanfaatkan momen pembukaan bandara baru tersebut. Termasuk aktif berpromosi mendatangkan wisman,” ujarnya, Selasa (16/4).

Kegiatan Famtrip kali ini akan memperkenalkan kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya. Seperti Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Museum Ulun Sentalu, dan Wisata Lava Tour. Serta menyaksikan proses pembuatan batik dan atraksi lainya yang berlangsung sejak tanggal 22-26 April 2019.

“Pada program Famtrip juga diagendakan Business Gathering untuk mempertemukan para TA/TO dari Indochina (buyer) dengan TA/TO lokal (seller),” jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya