"Kalau saja kurang sedikit dari 100 juta sekian (yang menggunakan hak pilih), kalau ada 1.000-2.000 curang ya namanya orang pasti ada lah, tapi dibanding dengan 100 juta lebih itu luar biasa tidak ada apa-apanya," terangnya.
Untuk itu, Ryamizard memberi apresiasi terhadap para penyelenggara Pemilu. Terlebih sejumlah petugas tak hanya mengorbankan waktu dan tenaga, tetapi juga bertaruh nyawa. Sebagian perempuan yang tengah hamil juga harus merelakan kehilangan bayinya karena keguguran.
"Makanya tadi saya bilang saya kasihan, saya salut, saya hormat. Itu adalah pahlawan bagi kita semua. Coba lihat ada yang sakit, capai, mati (karena) capai, dan lain-lain. (Lalu) ada orang turun mobil menjelek-jelekkan KPU segala macam itu enggak pakai otak apa?" tukasnya.
"Lihat dong kerja di lapangan setengah mati. Hujan-hujanan, kelelahan, teler di jalan, itu ada polisi perempuan di jalan. Kok enggak ada penghargaan kepada mereka. Mereka setengah mati, itu kita hargai, pahlawan," tandas dia.
(Awaludin)