“Saya mengatakan bahwa saya bisa membantunya membawa putranya ke titik pertemuan tetapi dia menolak. Jadi saya membawa mereka berdua ke bengkel di Jelutong untuk mengganti ban yang bocor. Dia mendorong sepeda motor sejauh lebih dari 10 km dengan putranya di kursi. Di bengkel, saya meminta mereka mengganti ban dalam dan luar dan setelah itu, saya membawa keduanya untuk makan nasi kandar. ”
Syed kemudian meminta nomor ponsel Mohd Shahrul agar dia dapat menghubunginya nanti, tetapi saat dia mencoba menghubunginya, ponsel itu ternyata mati kehabisan baterai.
“Dia berkata bahwa dia ingin melanjutkan perjalanannya setelah makan. Saya hanya bisa membantunya sebanyak ini. Semoga, dia bisa mendapatkan semua bantuan yang dia butuhkan," tulisnya.
Kisah tersebut menjadi viral di media sosial dan menyentuh hati warganet Malaysia. Dalam wawancara dengan surat kabar lokal, Mohd Shahrul mengatakan bahwa dia telah mendapat beberapa tawaran pekerjaan setelah kisah itu viral, sayangnya pekerjaan-pekerjaan itu membutuhkan surat izin mengemudi (SIM) untuk bus atau van yang tidak dia miliki.
(Rahman Asmardika)