"Data hasil Pilpres 2019 yang kami kumpulkan di War Room ini berasal dari saksi-saksi 01 yang telah menerima mandat tertulis untuk menjamin akurasi data. Data kami bisa dipertanggungjawabkan. Karena dikirimkan para saksi 01 yang berjumlah 800 ribu dan memegang salinan C1 yang telah ditandatangani KPPS. Jadi bukan dari relawan,” jelas Koordinator War Room Direktorat Saksi TKN Alfati Nova, Jakarta, Minggu (27/4/2019).
Baca juga: Partisipasi Pemilih di Tangerang Menurun saat Pencoblosan Ulang
War Room yang merupakan ruang perhitungan riil hasil Pilpres 2019 beroperasi 24 jam setiap harinya. Dengan didukung perangkat CPU sebanyak 80 buah, War Room memperkerjakan 240 orang tenaga entri data yang bekerja dalam tiga shift. Entri data dan rekapitulasi suara riil yang dilakukan di War Room TKN berjalan "real time" sesuai data yang masuk dari daerah.
"Data yang di entri adalah dari C1 dari setiap TPS yang telah diverifikasi dan dinyatakan valid. Karena itu, hitungan yang dilakukan TKN sama dengan hitungan yang dilakukan KPU, karena sumber datanya sama," jelas Nova.
Setiap harinya, "War Room" TKN rata-rata mengentri sekitar 80.000 hingga 100.000 data C1 dari seluruh Indonesia.