YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada hari ini meluncurkan satu kali guguran lava pijar sejauh 650 meter.
Mengutip dari Antaranews, Senin (29/4/2019), Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangannya di Jateng menyebutkan satu kali guguran lava yang terpantau melalui periode pengamatan mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB itu mengarah ke hulu Kali Gendol.
(Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran)
Selama periode itu, gunung teraktif di Indonesia ini juga mengalami tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 5–20 mm selama 58 hingga 64 detik.
Hasil pengamatan visual asap kawah tidak teramati. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah Timur Laut dengan Suhu udara 18–21,4 derajat Celsius, kelembapan udara 68–92 persen, dan tekanan udara 568,2–708,3 mmHg.
Selamat pagi #WargaMerapi,
Berikut ini kami sampaikan Laporan Aktivitas Gunung #Merapi periode pengamatan 28 April 2019 pukul 00:00-24:00 WIB.
Tingkat aktivitas Waspada (Level II).#statuswaspada sejak 21 Mei 2018 pic.twitter.com/5vwaG8nh7t— BPPTKG (@BPPTKG) 29 April 2019
Hingga kini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
(Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Berkali-kali)
Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG atau melalui media sosial BPPTKG.
(Hantoro)