Keragaman memang dimiliki Keerom. Secara geografis, Keerom punya luasan 9.365 kilometer persegi. Kabupaten ini terbagi dalam 11 distrik. Dan, 5 distrik diantaranya berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Distrik itu adalah, Arso Timur, Towe, Senggi, Waris, dan Web. Keerom juga satu dari beberapa kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Papua New Guinea (PNG).
“Dengan semangat mengusung perdamaian, kami optimistis festival akan sukses. Arus pengunjungnya besar, khususnya wisatawan dari PNG. Bagaimanapun, kawasan Papua dan PNG sangat suka dengan musik reggae. Festival Crossborder Keerom 2019 sepenuhnya menampilkan pesta reggae,” kata Ricky.
Mendukung kelancaran agenda, technical meeting Festival Crossborder Keerom 2019 dihadiri seluruh unsur stakeholder Keerom. Para talent juga mengirimkan perwakilannya guna menyamakan persepsi. Inspirasi besar yang ditiupkan Festival Crossborder Keerom 2019 pun diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
“Festival Crossborder Keerom 2019 ikut membangun karakter bangsa. Beragam ide dan gagasan positif dituangkan di sana. Melalui event ini juga beragam potensi yang dimiliki Keerom akan terpublikasikan dengan baik. Harapannya, arus kunjungan wisatawan menuju Keerom terus tumbuh. Lalu, ada beragam value ekonomi yang bisa dinikmati langsung masyarakatnya,” tutup Menpar.
(Risna Nur Rahayu)