Pramono menganggap hal yang aneh bila quick count Pilpres 2019 ditolak sementara hasil pileg-nya bisa diterima oleh pendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Menurut Pramono, pertemuan empat mata Jokowi dan AHY itu untuk menyamakan persepsi tentang berdemokrasi guna membahas penghitungan cepat pemilu.
"Mungkin nanti ada instrumen baru dengan perkembangan teknologi, bukan hanya quick count, real count, tetapi ada yang lain yang memperkaya demokrasi kita," imbuhnya.
(Baca juga: TKN: Pertemuan Jokowi-AHY Harus Dimaknai Kebersamaan Membangun Bangsa)