Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana M.Kes didampingi Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, saat menerima rujukan kondisi pasien sudah menunjukkan tanda-tanda suspect rabies. Kondisi pasien lemas, tidak mampu berjalan seperti lumpuh, dan muntah-muntah.
Selain itu, keterangan dari pihak keluarga menyebut, sebelum jatuh sakit, pasien memiliki riwayat tergigit anjing peliharaannya. Karena sudah berlangsung sekitar dua bulan, luka bekas gigitan pada kaki tidak lagi nampak.
Dari fakta itu, tim dokter menyebut kalau pasien suspect rabies. “Penanganan sudah dilakukan sesuai standar oprasional prosedur (SOP) penanganan pasien suspect rabies dan diberi VAR satu kali. Dalam perawatan di ruang isolasi pasien kodisinya memburuk dan meninggal dunia dan kita nyatakan kasus ini suspect,” katanya.
Sementara itu, orangtua pasien, menceritakan sebelum jatuh sakit, anaknya digigit anjing peliharan. Anjing itu mengigit kedua kaki anaknya.