Jenderal bintang dua itu juga menepis isu yang berkembang kalau Tito akan diplot menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) pada periode Presiden Jokowi selanjutnya. Namun, menurutnya, jabatan itu hanya cocok diemban oleh tokoh yang berpengalaman dari lembaga TNI.
"Adapun di beberapa media online muncul isu yang mengaitkan Pak Kapolri dengan jabatan Menko Polhukam, Pak Kapolri mengatakan posisi itu paling pas diisi oleh tokoh dari kalangan TNI," kata Iqbal.
Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menganalisa Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan ditarik ke dalam kabinet menteri, jika Presiden Joko Widodo diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pemenang Pilpres 2019.
"Saya menilai, prestasi Polri dalam mengamankan Indonesia, terutama ibu kota Jakarta, saat proses pilpres maupun saat pelaksanaan pilpres sangat luar biasa. Situasi aman dan sangat kondusif, padahal situasi politik sangat panas, masyarakat terbelah antara pendukung 01 dan 02. Perang di medsos sudah seperti perang bharatayudha," kata Neta, kemarin.
(Edi Hidayat)