Peristiwa 5 Mei: Mahatma Gandhi Bebas, Terbitnya Petisi 50 untuk Presiden Soeharto

Fadel Prayoga, Jurnalis
Minggu 05 Mei 2019 07:32 WIB
Presiden ke-2 RI Soeharto (Foto: AFP)
Share :

1980 - Petisi 50, ungkapan keprihatinan 50 tokoh nasional diterbitkan di Jakarta sebelum dibacakan di Sidang DPR 13 Mei

Petisi 50 adalah sebuah dokumen yang isinya memprotes penggunaan filsafat negara Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya. Petisi ini diterbitkan pada 5 Mei 1980 di Jakarta sebagai sebuah "Ungkapan Keprihatinan" dan ditandatangani oleh 50 orang tokoh terkemuka Indonesia, termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution, mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, mantan gubernur Jakarta Ali Sadikin[1] dan mantan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap dan Mohammad Natsir.

Para penandatangan petisi ini menyatakan bahwa Presiden telah menganggap dirinya sebagai pengejawantahan Pancasila; bahwa Soeharto menganggap setiap kritik terhadap dirinya sebagai kritik terhadap ideologi negara Pancasila; Soeharto menggunakan Pancasila "sebagai alat untuk mengancam musuh-musuh politiknya"; Soeharto menyetujui tindakan-tindakan yang tidak terhormat oleh militer; sumpah prajurit diletakkan di atas konstitusi; dan bahwa prajurit dianjurkan untuk "memilih teman dan lawan berdasarkan semata-mata pada pertimbangan Soeharto.

2007 - Kecelakaan pesawat terbang Kenya Airways Penerbangan 507 jurusan Abidjan-Douala-Nairobi; 105 penumpang dan 9 awak pesawat tewas

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya