Bagian dari strategi baru mereka adalah membangun kerja sama lokal dan ikut serta dalam proyek pengembangan masyarakat.
Tahun 2013, al-Qaeda menerbitkan 'Panduan Umum Berjihad' yang memperkenalkan pembaruan besar di dalam organisasi mereka.
Dokumen itu menekankan pendekatan berbasis masyarakat yang lebih terkendali. Mereka memerintahkan simpatisan untuk menghindari perbuatan yang berpotensi memicu pemberontakan massa.
"Al-Qaeda memutuskan untuk fokus pada isu lokal, seperti korupsi atau marginalisasi, lalu menyelipkannya ke agenda jihad berskala global," kata Elisabeth Kendall, peneliti senior di Pembroke College, Oxford.
"Dengan begitu, mereka bertindak sebagai 'penyelamat' warga lokal dan menempatkan diri mereka sebagai 'orang baik-baik yang berjihad', yang bertolak belakang dengan ISIS yang brutal," ujar Kendall.
Al-Qaeda secara stabil meningkatkan serangan melalui sejumlah cabang dan kolega mereka. Selama 2018 mereka melancarkan 316 serangan di seluruh dunia, merujuk data The Armed Conflict Location & Event Data Project.
Cabang al-Qaeda
Pemimpin masa depan?
Pada pidatonya tahun 2015, pimpinan al-Qaeda saat ini, Ayman al-Zawahiri, memperkenalkan lelaki muda sebagai sosok agresif dan berbahaya dari jaringan teroris yang dibangun bin Laden.