Pria muda itu bernama Hamza bin Laden, putra Osama yang dikenal luas sebagai pimpinan masa depan organisasi itu.
AS secara resmi telah memasukkan Hamza ke daftar teroris internasional. AS menawarkan imbalan sebsear US$1 juta (Rp14 miliar) bagi orang yang membocorkan keberadaannya.
Lelaki berusia 30 tahun itu telah dipromosikan sebagai bintang terang oleh situs berita pendukung al-Qaeda. Mereka berharap Hamza mampu menginspirasi generasi baru jihadis dan menyegarkan kembali al-Qaeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hamza telah merilis pesan audio dan video yang mendorong pengikutnya menyerang AS dan negara barat sebagai balasan atas kematian Osama.
Menurut Lina Khatib, koordinator isu Timur Tengah dan Afrika Barat di lembaga kajian Chatham House, "berakhirnya kekhalifahan ISIS mendorong jaringan al-Qaeda untuk lebih bijaksana dan cerdas terkait operasi mereka."
"Al-Qaeda sekarang lebih bergantung pada pimpinan yang pandai bersiasat. Ini membuat Hamza bin Laden meraup dukungan untuk menggantikan ayahnya," kata Khatib.
(Rachmat Fahzry)