Presiden Kazakhstan Ketahuan Edit Foto-Fotonya: Kulit Terlihat Lebih Mulus dan Leher Lemak Hilang

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Senin 06 Mei 2019 20:34 WIB
Presiden Kazakhstan Qasym Toqaev. Foto/RFERL
Share :

PRESIDEN sementara Kazakhstan, Qasym-Zhomart Toqaev, menjadi sorotan karena foto-foto resmi yang dirilis pemerintah telah melalui proses edit sehingga wajah mantan diplomat itu menjadi lebih halus.

RFE / RL menganalisis bahwa foto-foto resmi pemimpin Kazakhstan itu dan menemukan bahwa foto-foto Toqaev secara dramatis telah diubah menggunakan perangkat lunak pengedit foto.

Tujuannya agar penampilan dan wajah presiden berusia 65 tahun itu lebih mulus penampilan dan mungkin bisa memudahkan jalannya jelang pemilihan presiden bulan Juni tahun ini.

Berikut beberapa foto Toqaev yang sudah diedit.

Toqaev (kanan) menerima kredensial Duta Besar AS William H. Moser pada Maret 2019. Foto itu diambil oleh seorang fotografer berita Kazakh dan diterbitkan oleh kantor berita Kazinform.

Foto ini, diambil sesaat kemudian dan dari sudut yang sedikit berbeda, dirilis oleh kantor presiden sementara. Kontur wajah dan tekstur kulit Toqaev sangat berbeda, sementara wajah Moser tampak tidak berubah.

Foto di atas saat Toqaev bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada bulan April, dalam kunjungan asing pertamanya sejak ditunjuk sebagai presiden sementara. Gambar diabadikan olehseorang fotografer Kremlin saat kedua pemimpin itu mengobrol di Moskow.

Sedangkan foto percakapan yang sama ini dirilis oleh kantor Toqaev. Namun ada perbedaan, yakni wajah dan leher Toqaev yang telah diedit.

Pada akhir April, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) mengunjungi Kazakhstan. European Pressphoto Agency (EPA) merilis foto pertemuan ini. (foto atas).

Segera setelah itu, kantor pers Toqaev menerbitkan fotonya sendiri, mengambil gambar dari sudut yang sedikit berbeda. Terlihat bagian wajah dan leher Toqaev juga sudah mengalami pengeditan.

Foto Toqaev (di bawah) pada bulan April 2019 ini didistribusikan melalui Reuters dan telah banyak digunakan di media internasional.

Namun salah seorang profesional yang biasa mengedit foto yang meminta namanya untuk tidak disebut namanya,mengatakan kepada RFE / RL bahwa ia percaya foto itu telah diedit "terutama menggunakan efek blur di permukaan untuk meratakan kulit wajah."

Dia menambahkan, "Anda dapat melihat itu tidak rata ketika melihat wajah dengan seksama; beberapa bagian mengandung artefak jpeg (data foto) dan beberapa bagian lebih halus. Saya bekerja dengan ini setiap hari, dan sepertinya sudah pasti dihaluskan."

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya