“Saya selalu salut dengan narasi hoax yang mereka ciptakan. Kadang bagus juga untuk menghibur di pagi hari setelah sahur. Input data C1 ke database real count TKN dianggap otak-atik situng KPU ð¤£,” cuit @TsamaraDKI, Selasa (14/5/2019).
Saya selalu salut dengan narasi hoax yang mereka ciptakan. Kadang bagus juga untuk menghibur di pagi hari setelah sahur.
Input data C1 ke database real count TKN dianggap otak-atik situng KPU 𤣠https://t.co/V0ZkoXqfV6— Tsamara Amany Alatas (@TsamaraDKI) 13 Mei 2019
Dedy Helsyanto, relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam debunk-nya mengatakan, cuitan @NiaAbdurahman tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya dalam video. "Oleh sebab itu, cuitan tersebut masuk kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Hal itu dikarenakan terjadi framing seolah-olah Tsamara bisa mengubah data situng KPU," ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)