Dalam hal desain bangunan, lanjut Wahyu, Masjid Agung Al-Barkah mengusung konsep klasik modern yang merupakan perpaduan antara seni Eropa dan Jepara. Banyak dari materialnya yang bahkan dipesan langsung dari Jepara. Tinggi menara masjid juga disebutkan mencapai 33 meter yang melambangkan jumlah zikir tasbih, tahmid dan takbir seusai salat.
Sepanjang halaman dan kebun, dihiasi dengan berbagai jenis tanaman yang menambah estetika masjid. Salah satunya adalah pohon kurma yang selalu berbuah setiap tahunnya. Ini pun menjadi keunikan tersendiri yang membedakan Al-Barkah dengan masjid lainnya.
Selain merenovasi tata ruang, jalan dan fasilitas lain, Masjid Al-Barkah juga mengalami penambahan luas yang sangat signifikan, yakni menjadi 7.318 m2. Hal ini tidak terlepas dari keinginan pemerintah daerah untuk menjadikan Masjid Al-Barkah sebagai masjid agung yang representatif sekaligus ikon Kota Bekasi.