PEKANBARU - Puluhan mahasiswa melakukan aksi demontrasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau. Namun, aksi turun ke jalan berujung ricuh mengakibatkan sejumlah mahasiswa terluka diduga karena dipukuli aparat keamanan.
Kericuhan ini dipicu saat mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi demo di depan Kantor KPU Jalan Gajah Mada Pekanbaru. Mereka meminta pihak KPU untuk menemui mahasiwa untuk menyampaikan sejumlah petisi terkait hasil Pilpres.
(Baca Juga: Jelang 22 Mei, Polri: Analisis Intelijen Situasi Sangat Kondusif)
Namun, saat akan masuk puluhan aparat dari pihak kepolisian melakukan pengadangan. Terjadi adu mulut anatara aparat dan pihak kepolisian dan berujung kerusuhan. Sejumlah mahasiswa dipukuli sejumlah oknum aparat.
Akibat puluhan mahasiswa berhasil 'dipukul' mundur. Mereka tidak berhasil menemui pihak KPU Riau untuk menyampaikan aspirasinya. Mahasiswa meminta pihak kepolisian tidak bersikap reaktif karena menyampaikan aspirasi dilindungi undang-undang.
"Banyak kawan-kawan kami yang jadi korban. Banyak kawan kawan kami ditendang. Ini bentuk ketidakneteralan pihak kepolisian. Padahal, tuntutan kami tidak berpihak kepada siapa pun. Tapi sangat kita sayangkan sikap pihak kepolisian," ucap Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum UIR, Guntur Irvandi Senin (20/5/2019).