"Kita ingin ekonomi negara kita sejahtera, masyarakat kesejahteraannya meningkat itu tujuan akhirnya. Saya juga di media bisa membantu, tadi saya sudah bicara panjang lebar dengan beliau bagaimana bisa dimaksimalkan ke depan supaya ekonmi kita tidak hanya 5 persen, tapi bisa tumbuh 7 sampai 8 persen," tuturnya.
Chairman MNC Group ini menerangkan selama ini dirinya telah menginstruksikan para kader Perindo untuk mengkampanyekan Jokowi selama kontestasi Pilpres 2019. Bahkan, Hary Tanoe tercatat sebagai ketua umum partai pendukung yang kerap "mengawal" Jokowi setiap kali berkampanye ke daerah.
"Semua orang kita kalau kampanye harus juga mengampanyekan beliau, bukan hanya kampanyekan diri mereka sendiri tapi juga kampanye 01. Itu kewajiban," ujarnya.
Hary Tanoe juga enggan membahas apakah kader Perindo bisa mendapatkan kursi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut dia, keputusan itu merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden.
Ia juga mempersilakan Jokowi menyusun Kabinet Kerja jilid II apakah nantinya akan diisi oleh kader partai maupun orang-orang profesional. "Karena menteri tidak harus dari partai, seperti sekarang kan tidak semua dari partai, yang profesional juga banyak," kata Hary Tanoe.
(Angkasa Yudhistira)