JAKARTA – Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI) Lukmanul Hakim menyesalkan aksi penolakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 berujung kerusuhan. Delapan orang dikabarkan meninggal karena aksi yang berlangsung pada 21-22 Mei.
"ARBI turut prihatin dengan aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan dan membuat sedikitnya delapan orang meninggal,” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (23/5/2019).
(Baca Juga: Polisi Sita HT Berstiker PKS dari Massa Perusuh Aksi 22 Mei)
Lukman menegaskan, seharusnya penyampaian kritik dilakukan sesuai koridor hukum tanpa harus mengorbankan banyak pihak, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ia pun berharap insiden tersebut tak terulang lagi dan menjadi momentum bagi semua pihak untuk tetap menahan diri.