5 Fakta Kerusuhan Penolakan Hasil Pemilu di Madura

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 24 Mei 2019 08:52 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan. (Foto : Syaiful Islam/Okezone)
Share :

MADURA – Aksi anarkis menolak hasil Pemilu di Jakarta merambat ke Madura, Jawa Timur, beberapa hari lalu. Setidaknya 2 kawasan di Madura, yaitu Sampang dan Pamekasan, sempat memanas pasca pengumuman hasil Pemilu oleh KPU pada 22 Mei.

Okezone mencoba merangkum beberapa fakta terkait kericuhan penolakan hasil Pemilu di Madura.

5. Ratusan Massa Datangi Polres Pamekasan

Tak terima dengan hasil Pemilu 2019, ratusan massa dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan menyerbu Polres Pamekasan.

Mereka datang dengan membawa sejumlah barang dan benda tajam, mulai bambu runcing, kayu balok, batu, hingga senjata tajam seperti celurit.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mencoba menenangkan massa, berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada instansi terkait termasuk Mabes Polri.

"Aspirasi mereka akan kami sampaikan ke instansi terkait dan Mabes Polri. Kami minta masyarakat tetap tenang," ucap Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya