Jelang Panen, Padi Milik Petani Malah Dibabat Pencuri Langsung di Sawah

Agregasi Solopos, Jurnalis
Senin 27 Mei 2019 11:41 WIB
Buruh Tani Memanen Padi di Sawah Milik Kamoyo di Dukuh Kepoh, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah (foto: Taufiq Sidiq Prakoso/Solopos)
Share :

Selang semalam, petani bernama Harjuki menjadi korban selanjutnya. Sebagian tanaman padi di sawahnya juga dicuri. Pada Rabu (22/5/2019) malam, giliran Kamoyo menjadi korban. Di sawah yang digarap Kamoyo, pencuri tak hanya datang semalam.

Pencuri kembali ke sawah yang digarap Kamoyo pada Kamis (23/5/2019) malam. Lokasi sawah yang disambangi pencuri berada di belakang SDN 1 Bowan yang berbatasan dengan tepi jalan raya Klaten-Solo.

Kali pertama Kamoyo mengetahui padi yang ia tanam menjadi sasaran pencuri ketika ia dilapori petani lainnya bernama Sri yang menggarap lahan di samping lahan garapannya. Pagi-pagi Sri mendatangi rumah Kamoyo menyampaikan kabar buruk.

“Yo..Yo.. parimu diiriti wong (padi mu dipanen orang lain),” kata Kamoyo menirukan pesan Sri.

Baca Juga: Waspada! Pejambret Bengis Incar HP yang Menempel di Dashboard Motor 

Kamoyo lantas mengecek sawahnya dan mendapati sebagian padi yang ia tanam sudah terpotong dengan jerami bertebaran di tepi sawah. Pada hari berikutnya, ia mendapati padi di sisi lain sawah garapannya terpotong.

Padi yang dicuri tak terlampau banyak. Jika ditotal padi yang dicuri diperkirakan hanya 30 kg. Sementara hasil panen dari 1 patok (1.800 meter persegi) sawah bisa mencapai 7 kuintal.

Kamoyo sudah mengikhlaskan padi yang ditanam dan dirawatnya sebagian hilang dicuri. Meski tak banyak dan sudah ikhlas, Kamoyo bisa terus merugi dan tak bisa menikmati hasil panen dari dua patok sawah yang ia garap jika aksi pencurian tersebut dibiarkan.

Apalagi, ia juga butuh dana untuk menghadapi Lebaran. Alhasil, Kamoyo memilih menyegerakan panen pada Minggu (26/5/2019). “Semestinya Rabu kemarin baru panen,” tutur dia.

Petani lainnya yang menjadi korban pencurian, Harjuki (66), mengatakan tak banyak padi yang dicuri. Ia menilai pencuri tak profesional meski memiliki pengalaman memotong tanaman padi.

Harjuki merugi sekitar 30 kg padi yang ia tanam. “Kalau profesional pastinya diambil banyak. Mungkin hanya untuk memenuhi kebutuhan saja,” kata Harjuki saat ditemui di rumahnya di Dukuh Kepoh.

Dia menuturkan, aksi pencurian tanaman padi tersebut tak dilaporkan ke polisi lantaran tak banyak padi yang dicuri. Namun, beberapa malam terakhir petani di Bowan meningkatkan kewaspadaan dengan rutin melakukan patroli ke sawah mereka untuk memastikan tak menjadi korban pencurian berikutnya.

“Hanya menyambangi sawah saja saat malam,” urai dia.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya