Festival Crossborder Sota Bakal Dimeriahkan Tarian Khas Papua dan PNG

Risna Nur Rahayu, Jurnalis
Selasa 28 Mei 2019 10:09 WIB
Foto: Kemenpar
Share :

Sedangkan Tari Pancar berasal dari Biak Numfor dan Manokwari. Gerakannya lebih kaku dan tegas. Pancar ini mengikuti irama Tifa, Ukulele, Gitar, dan alat musik lainnya.

“Tari Yospan ini sangat khas. Bukan hanya gerakannya, tapi kostum yang dikenakan oleh penari sangat unik. Mereka biasanya mengenakan busana rapi dengan warna warni cerah. Kehadiran Tari Yospan pada Festival Crossborder Sota semakin menguatkan karakter Papua di perbatasan,” terang Ricky.

Pengunjung Festival Crossborder Sota bisa mengikuti gerakan Tari Yospan. Sebab, Tari ini bisa dibawakan dengan beramai-ramai. Secara umum, Yospan dibawaan oleh 2 kelompok. Terdiri dari kelompok musisi dan penari. Setiap regu penari minimal diikuti 6 orang pria dan wanita. Ricky menambahkan, Tari Yospan bisa dibawakan lintas generasi.

“Tari Yospan sudah ada sejak dahulu. Gerakan tariannya sangat khas dan bisa melibatkan banyak orang. Silahkan saja bila ingin mengikuti gerakan tariannya. Yospan ini bisa dibawakan oleh siapapun, baik tua, muda, bahkan anak-anak,” lanjut Ricky.

Festival Crossborder Sota juga menampilkan tarian khas Papua Nugini, Kapat. Tarian ini berasal dari daerah Wewak. Biasanya tarian ditampilkan khas oleh penari pria dan wanita. Pesan yang ingin disampaikan adalah semangat dan kebersamaan, khususnya dalam melawan imperialisme.

“Akan ada aksi dari seniman-seniman PNG. Mereka akan membawakan tarian khasnya. PNG juga kaya dengan tariannya. Dengan kehadiran delegasi PNG, Festival Crossborder Sota akan menjadi panggung perdamaian 2 negara. Untuk itu, kami mengundang warga PNG untuk datang ke Sota. Mari berbagai kegembiraan di sana,” jelas Ricky lagi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya