SEMARANG – Bea Cukai Jawa Tengah DI Yogyakarta (Jateng DIY) memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan kepada PT JKJI pada Kamis (23/5/2019).
Pemberian fasilitas fiskal berupa perijinan KITE Pembebasan ini bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar global, sehingga dapat meningkatkan ekspor dan memberikan dampak ekonomi positif lainnya bagi negara dan masyarakat.
“Bea Cukai akan terus mendorong ekspor melalui pemberian fasilitas fiskal ini. Dengan fasilitas ini cash flow perusahaan akan terbantu karena pada saat impor, bebas bea masuk dan tidak dipungut pajak lainnya. Namun jangan disalahgunakan,” ujar Parjiya, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY.
Sementara itu perwakilan PT JKJI, Thomas mengutarakan berkat fasiltas KITE Pembebasan, pihaknya jadi bisa melakukan perluasan pabrik.
”Dengan fasilitas KITE Pembebasan, perusahaan dapat mengalokasikan dana yang sebelumnya untuk membayar BM dan pajak dalam rangka impor, untuk perluasan pabrik, sehingga dapat meningkatkan ekspor,” ungkapnya.
PT JKJI merupakan produsen sarung tangan untuk golf dan sarung tangan fashion musim dingin dari kulit dan sintetis. Perusahan itu telah mengekspor hasil produksinya ke Korea, Jepang, Amerika, Australia, serta beberapa negara di benua Eropa dan Asia.
Perusahaan tersebut memiliki target peningkatan nilai ekspor apabila menerima fasilitas KITE Pembebasan sebesar Rp 4,5 Miliar. Apabila PT JKJI mendapat fasilitas KITE Pembebasan, perusahaan menaksir akan ada tambahan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 114 orang.
Sedangkan Direktur PT JKJI Kim Jong Bum menegaskan bahwa fasilitas ini akan sangat bermanfaat. ” Perusahaan akan berkembang, order semakin banyak, tenaga kerja akan ditambah 30%”, tuturnya.
Tidak hanya kepada PT JKJI, Bea Cukai akan terus mendukung investasi berorientasi ekspor dengan memberikan pelayanan dan asistensi perizinan secara cepat dan tanpa biaya. Perluasan fasilitasi seperti ini diharapkan dapat berkontribusi maksimal pada kenaikan ekspor, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi positif antara lain mengurangi defisit neraca perdagangan.
(Abu Sahma Pane)