Polri: Teroris Beraksi di Bulan Ramadan Dianggap Syahid

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 04 Juni 2019 15:10 WIB
Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku teror yang berbaiat kepada ISIS menganggap bila melakukan teror di Bulan Ramadan, memiliki keistimewaan tersendiri karena bila dalam aksi tersebut mereka meninggal, maka mereka meninggal secara syahid.

"Ada kepercayaan di kelompok tersebut bahwa bila melakukan 'amaliyah' (aksi teror) di bulan Ramadan, kalau mereka bomber, mereka meninggal dalam keadaan syahid," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Mereka pun menyasar markas polisi sebagai sasaran aksi teror mereka karena merasa dendam selama ini polisi khususnya Densus 88 Antiteror terus menangkap para anggota kelompok teroris.

"Karena selama ini aparat menegakkan hukum kepada kelompok teroris. Densus tak henti-hentinya melakukan penangkapan, juga melakukan pencegahan," katanya.

 

Pada Senin (3/6) malam atau "H-2 Lebaran", terjadi peristiwa bom bunuh diri di Pos Pantau Lalu Lintas Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dilakukan oleh pemuda 22 tahun berinisial RA. RA diketahui terpapar paham radikal ISIS. Belum ada dugaan RA terlibat kelompok teroris tertentu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya